Monday, October 06, 2008
Cerita Seorang Mu'alaf
Lebih Lanjut...
Wednesday, September 10, 2008
GUDANG KECIL Free Download
2. softwarechive
3. live video chat
4. onspeed
5. biar cinta menyatukan kita!!!! only for u
6. Driver dan tools unloock isi lagu untuk esia huawei c2601 ,c2801 Disini..
7. Software anti pornografi
8. Software / tool untuk aiffing network
Friday, June 06, 2008
SKETSA GERAKAN PEREMPUAN INDONESIA

"MENGUKIR SEJARAH BARU"
"Perempuan selalu menjadi sahabat agama, tapi umumnya agama bukan sahabat bagi perempuan," ucapan indologis Jerman, Morin Winterniz, sering dikutip ketika orang bicara tentang perempuan dalam lingkup agama, termasuk Islam. Revolusi Islam Iran dan proyek Islamisasi di Pakistan adalah ilustrasi yang sering digunakan untuk menunjukkan bagaimana perempuan menjadi objek utama pelaksanaan syari'at Islam dan sasaran kontrol untuk mewujudkan sistem sosial yang diidealkan. Pendapat yang sama terjadi ketika orang mengamati pelaksanaan syari'at Islam di Aceh. Berita-berita di media massa mengungkapkan bagaimana perempuan di Aceh digunduli dan dituduh sebagai 'perempuan tidak baik' bila tidak menggunakan jilbab.
Penggambaran diatas hanyalah satu sisi dari realitas dunia Islam. Di bagian lain, Islam ditampilkan dengan wajah lebih damai seperti yang ditemukan di Turki, Mesir dan beberapa negara di kawasan Asia. Perempuan-perempuan lebih bebas menjalankan aturan-aturan agama dan menentukan sikap mereka. Tapi semua itu bukan berarti tak ada masalah. Tumbuh kembangnya gerakan perempuan Islam di negara-negara tersebut mengindikasikan adanya sesuatu yang tak beres dalam dunia mereka. Pergerakan perempuan di dunia Islam membuktikan bahwa realitas ketidakadilan terhadap mereka bisa muncul dalam beragam penampilan agama.
Meski ide normatif Islam membawa nilai-nilai keadilan dan kesetaraan bagi laki-laki dan perempuan, realitas sering menunjukan hal sebaliknya. Agama sering tampil dalam pandangan dunia laki-laki yang meletakkan perempuan sebagai objek. Pemaksaan syari'at Islam terhadap perempuan sering ditemukan pada masyarakat Islam yang 'militan'. Mereka tidak diberi kesempatan untuk menyuarakan hak-haknya, bahkan yang menyangkut persoalan mereka sendiri.
Thursday, June 05, 2008
Allah Maha Pemurah
Pertanyaan :
”Apa hukum berdoa kepada selain Allah ?”
Jawab :
Al-Hamdulillah. Allah Subhanahu wa Ta’ala dekat dengan para hamba-Nya. Allah mengtahui kedudukan mereka, mengabulkan permohonan mereka dan tidak ada sedikit pun urusan mereka yang tidak Dia ketahui. “Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.” (QS. Ali Imran : 5)
Hanya Allah semata yang menciptakan kita dan memberi rezeki kepada kita. Di tangan-Nya jua-lah kekuasaan, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Firman Allah: “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Maaidah : 120). Di tangan Allah-lah segala kebaikan. Apabila Allah memberikan perintah dalam Kitab-Nya atau melalui lisan Rasul-Nya, harus ditaati dan dituruti. Firman Allah :”Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al-Anfaal : 24)
Allah yang Maha Kuasa dapat mendengar doa para hamba-Nya di setiap tempat dan waktu dengan pelbagai kebutuhan dan bercorak ragam bahasa mereka. Sebagaimana firman Allah : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah : 186). Allah telah memerintahkan kita untuk berdoa kepada-Nya dengan suara perlahan, dengan tunduk & pasrah. Firman Allah : “Berdo’alah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yg melampaui batas..” (QS. Al-A’raaf : 55)
Allah SWT memiliki segala kekuasaan dan segala pujian. Dan Allah juga menguasai segala sesuatu. Langit dan bumi serta segala yang terdapat di dalamnya bertasbih kepada Allah, sebagaimana firman Allah :”Berdo’alah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yg melampaui batas..” (QS. Al-Israa : 44).
Allah telah mengancam orang-orang yang takkabur dan enggan beribadah serta berdoa kepada-Nya dengan Neraka Jahannam. Firman Allah :”Dan Rabbmu berfirman : “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk naar Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mukmin : 60)
Berdoa / Memohon Hanya Kepada Allah Semata
Pertanyaan :
”Apa hukum berdoa kepada selain Allah ?”
Jawab :
Al-Hamdulillah. Allah Subhanahu wa Ta’ala dekat dengan para hamba-Nya. Allah mengtahui kedudukan mereka, mengabulkan permohonan mereka dan tidak ada sedikit pun urusan mereka yang tidak Dia ketahui. “Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.” (QS. Ali Imran : 5)
Hanya Allah semata yang menciptakan kita dan memberi rezeki kepada kita. Di tangan-Nya jua-lah kekuasaan, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Firman Allah: “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Maaidah : 120). Di tangan Allah-lah segala kebaikan. Apabila Allah memberikan perintah dalam Kitab-Nya atau melalui lisan Rasul-Nya, harus ditaati dan dituruti. Firman Allah :”Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al-Anfaal : 24)













